Di sinilah salah satu rumah kerabat dari 23 orang korban asal padang pariaman yang meninggal, akibat gempa di aceh, rabu pagi lalu. Azmelia, salah serang bidan desa di sungai sirah, kecamatan sungai limau, padang pariaman, induk bako dari rombongan korban pengantin asal padang yang meninggal, akibat gempa dan tertimpa bangunan di kota meureudu, pidie jaya, aceh.
Mereka adalah sekelompok keluarga yang telah merantau ke nanggroe aceh darussalam, khususnya di kabupaten pidie jaya.
4 orang diantaranya bersaudara, yakni rina, yudi, bonas dan rika. Rina memiliki tiga orang anak beserta suami, rika dalam keadaan hamil dan beserta seorang suaminya. Sedangkan yudi masih bujangan dan bonas adalah pengantin pria yang hendak menikah.
Mereka pemilik dan pengelola toko jam peninggalan kedua Orangtuanya. Keluarga yang telah merantau sejak 40 tahun yang lalu hingga memiliki 6 orang anak, dua diantaranya meninggal akibat bencana tsunami 2004 yang lalu.
Azmelia, saudara perempuan dari ayah korban tersebut menyebutkan, sebelum kejadian, bonas menelfon dirinya untuk meminta izin ke padang pariaman, untuk membawa istri yang akan ia nikahi. Bonas pun sering rindu dan pulang kampung, hanya sekedar untuk jalan-jalan semata.
Tidak ada penyambutan mayat atau kegiatan kematian yang dilaksanakan. Azmelia hanya bisa pasrah dan berdoa, agar semua anak pisangnya tersebut terkubur disana dengan baik. Serta dapat diterima disisi allah swt.
Mereka adalah sekelompok keluarga yang telah merantau ke nanggroe aceh darussalam, khususnya di kabupaten pidie jaya.
4 orang diantaranya bersaudara, yakni rina, yudi, bonas dan rika. Rina memiliki tiga orang anak beserta suami, rika dalam keadaan hamil dan beserta seorang suaminya. Sedangkan yudi masih bujangan dan bonas adalah pengantin pria yang hendak menikah.
Mereka pemilik dan pengelola toko jam peninggalan kedua Orangtuanya. Keluarga yang telah merantau sejak 40 tahun yang lalu hingga memiliki 6 orang anak, dua diantaranya meninggal akibat bencana tsunami 2004 yang lalu.
Azmelia, saudara perempuan dari ayah korban tersebut menyebutkan, sebelum kejadian, bonas menelfon dirinya untuk meminta izin ke padang pariaman, untuk membawa istri yang akan ia nikahi. Bonas pun sering rindu dan pulang kampung, hanya sekedar untuk jalan-jalan semata.
Tidak ada penyambutan mayat atau kegiatan kematian yang dilaksanakan. Azmelia hanya bisa pasrah dan berdoa, agar semua anak pisangnya tersebut terkubur disana dengan baik. Serta dapat diterima disisi allah swt.
No comments:
Post a Comment